Friday, May 28, 2021

Hilang arah

Aku tahu kalau aku sering dibohongi. Dia masih bermain dibelakangku. Tapi sepertinya aku lelah untuk marah. Aku lelah untuk mengingatkan. Lagi lagi alasannya adalah anakku. Aku selalu berharap dia berubah selain untuk anakku tapi untukku juga. Aku berharap dia menyayangiku lagi. Mencintaiku kembali sepenuhnya. Di pikirannya, dihatinya, dimana-mana, dihandphone nya itu hanya aku dan anakku. Tapi pemikirannya berbeda, dia selalu menganggap itu "biasa", aku yakin orang yang diposisiku juga akan bilang itu gak biasa. Hanya hati yang kuat yang bisa menahan semuanya. Ntah sampai kapan hatiku bertahan.


By : Rizty

No comments:

Post a Comment